Rabu, 06 Oktober 2010

Dasat Ilmu Tanaman-enzim

1. Peran enzim dan penggolongan enzim beserta contohnya !
Peran enzim sebagai katalis untuk proses biokimia yang terjadi didalam sel maupun diluar sel. Dapat mempercepat reaksi 108 sampai 1011 kali lebih cepat daripada apabila reaksi tersebut dilakukan tanpa katalis.
Penggolongan enzim (berdasarkan atas reaksi kimia dimana enzim memegang peranan):
a. Oksireduktase
Enzim – enzim yang termasuk kedalam golongan ini dapat dibagi dalam dua bagian yaitu dehidrogenase dan oksidase. Dehidrogenase bekerja pada reaksi – rekasi dehidrogenase, yaitu reaksi pengambilan atom hidrogen dari suatu senyawa (donor) hidrogen yang dilepas diterima oleh senyawa lain (akseptor). Reaksi pembentukan aldehida dari alkohol adalah contoh rekasi dehidrogenase.
b. Tranferase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja sebagai katalis pada reaksi pemindahan suatu gugus dari suatu senyyawa kepada senyawa lain. Beberapa contoh enzim yang termasuk golongan ini, ialah metiltranferase, hidroksilmetiltransferase, karboksilmetiltransferase, asiltransferase dan amintransferase.
c. Hidrolase
Enzim yang termasuk dalam kelompok ini bekerja sebagai katalis enzim pada rekasi hidrolisis. Ada tiga jenis hidrolase, yaitu yang memecah ikatan ester, memecah glikosida dan memecah ikatan peptida. Beberapa enzim sebagai contoh ialah esterase, lipase, fosfatase, amilase, amino peptidase, karboksi peptidase, pepsin, tripsin, kimotripsin.
d. Liase
Enzim yang termasuk golongan ini mempunyai peranan penting dalam reaksi pemisahan suatu gugus dari substrat (bukan cara hidrolisis) atau sebaliknya. Contoh enzim golongan ini antara lain dekarboksilase, aldolase, hidratase.
e. Isomerase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja pada reaksi perubahan intramolekuler, misalnya rekasi perubahan glukosa menjadi fruktosa. Contoh enzim yang termasuk golongan ini antara lain ialah ribulofosfat epimerase dan glukosafosfat isomerase.
f. Ligase
Enzim yang termasuk golongan ini bekerja pada reaksi – reaksi penggabungan dua molekul. Oleh karenany enzim – enzim tersebut dinamakan enzin sintase. Contoh enzim golongan ini antara lain ialah glutammin sintetase dan piruvat karboksilase.

2. Bagian – bagian enzim
a. Bagian protein (apoenzim)
b. Bagian bukan protein (gugus prostetik)
- Kofaktor (gugus prostetik yang berasal dari molekul anorganik) misalnya besi, tembaga, atau seng.
- Koenzim (gugus prostetik yang berasal dari senyawa organik kompleks) misalnya, NADH, FADH, koenzim A.

3. Mekanisme kerja enzim
Cara enzim bekerja adalah dengan membentuk senyawa enzim-substrat, kemudian menghasilkan suatu produk tanpa merubah senyawa enzim itu sendiri, setelah produk terbentuk maka enzim akan melepaskan diri untuk membentuk senyawa baru dengan substrat yang lain.
Ada 2 (dua) cara kerja enzim :
1. Lock and key (gembok dan anak kunci)
Setiap enzim memiliki sisi aktif yang tersusun dari sejumlah asam amino. Bentuk sisi aktif ini sangat spesifik, sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim.
2. Induced fit (induksi pas)
Sisi aktif enzim merupakan bentuk yang tidak kaku (fleksibel). Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim, bentuk sisi aktif berubah bentuk sesuai dengan bentuk substrat kemudian terbentuk kompleks enzim-substrat. Pada saat produk sudah terlepas dari kompleks, maka enzim lepas dan kembali bereaksi dengan substrat yang lain.


4. Jelaskan apa yang dimaksud
a. Isoenzym : Suatu cairan yang terdiri dari beberapa enzim yang berfungsi sama.
b. Allosterik : Enzim yang memiliki 2 bagian untuk menangkap pengaktifan dan menangkap inhibitor. Sebagai contoh bila dibuat grafik kecepata reaksi terhadap konsentrasi substrat, maka untuk beberapa enzim tersebut tidak terbentuk hiperbola seperti halnya dengan enzim – enzim yang lain, tetapi akan menjadi grafik yang berbentuk sigmoda.
Kelompok enzim yang mempunyai sifat demikian ini disebut enzim allosterik.
c. Active site : tempat / bagian enzim yang mengadakan hubungan / kontak dengan substrat. Hubungan yang mungkin terjadi apabila bagian aktif mempunyai ruang yang dapat menampung substrat.

5. Kemukakan suatu model hipotesis mengenai pengaktifan dan penghambatan enzim dengan menyertakan senyawa pemacu dan penghambat
Senyawa pemicu pengaktifan enzim disebut aktivator. Proses pengaktifan enzim dapat dipercepat oleh beberapa faktor diantara lain karena nilai pH, enzim bekerja optimal pada pH tertentu. Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim, sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang berbeda.

contoh senyawa pemacu kerja enzim adalah ion klorida dan ion kalsium yang merupakan enzim anorganik yang bekerja pada enzim amilase dengan membuat pH menjadi optimal (pH 7.5(ini hanya untuk enzim amilase)).

Proses penghambatan dilakukan oleh senyawa yang disebut inhibitor.
Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor.

6. Mekanisme penghambatan balik dan pengaktifan balik


7. Terjadinya pembentukan kompleks enzim-substrat
Hubungan / kontak antara enzim dengan substrat menyebabkan terjadinya kompleks enzim – substrat. Komplek ini merupakan komplek yang aktif, yang bersifat sementara dan akan terurai lagi apabilia reaksi yang diinginkan telah terjadi. Secara sederhana sekali penguaraian saat senyawa / substrat oleh suatu enzim dapat digambarkan sebagai berikut :








8. Faktor – faktor yang mempengaruhi enzim
- Konsentrasi enzim
Pada suatu konsentasi substrat tertentu, kecepatan reaksi bertambah dengan bertambahnya konsentrasi enzim.
- Konsentrasi substrat
Hasil eksperimen menunjukan bahwa dengan konsentrasi enzim yang tetap, maka pertambahan konsentrasi substrat akan menaikkan kecepatan reaksi.
- Suhu
Suhu optimum
- Pengaruh pH
pH rendah atau pH tinggi dapat pula menebabkan terjadinya proses denaturasi dan ini akan mengakibatkan menurunnya aktivitas enzim.
- Pengaruh inhibitor (penghambat)
Misalnya asam malonat, oksalat dan oksaloasetat dapat menghambat kerja enzim suksinat dehidrogenase dalam reaksi dehidrogenasi asam suksinat.

Senyawa pemicu pengaktifan enzim disebut aktivator...

Hipotesa(ini kan dugaan jadi pendapat)

proses pengaktifan enzim dapat dipercepat oleh beberapa faktor diantara lain karena nilai pH,,enzim bekerja optimal pada pH tertentu..Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim, sehingga menghalangi sisi aktif bergabung dengan substratnya. Setiap enzim dapat bekerja baik pada pH optimum, masing-masing enzim memiliki pH optimum yang berbeda.

contoh senyawa pemacu kerja enzim adalah ion klorida dan ion kalsium yang merupakan enzim anorganik yang bekerja pada enzim amilase dengan membuat pH menjadi optimal (pH 7.5(ini cuma buat enzim amilase)).

proses penghambatan dilakukan oleh senyawa yang disebut inhibitor

Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor akan berikatan dengan enzim membentuk kompleks enzim-inhibitor.


Ada 2 jenis inhibitor, yaitu :

* Inhibitor kompetitif

Molekul penghambat yang strukturnya mirip substrat, sehingga molekul tersebut berkompetisi dengan substrat untuk bergabung pada sisi aktif enzim. Contoh : sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan Hemoglobin pada rantai akhir respirasi. Inhibitor kompetititf dapat diatasi dengan penambahan konsentrasi substrat.
* Inhibitor nonkompetitif

Molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada bagian bukan sisi aktif enzim. Inhibitor ini menyebabkan sisi aktif berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan substrat. Inhibitor nonkompetitif tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat.

Dasar Ilmu Tanaman-pembelahan sel

1. Jelaskan perbedaan secara garis besar antara amitosis, mitosis dan meiosis !

Amitosis / Fragmentasi
• Pembelahan sel secara langsung yang menghasilkan 2 sel anak atau lebih yang sifatnya belum tentu sama dengan induknya
• Inti sel langsung membelah menjadi 2 bagian atau lebih yang
o Belum tentu sama ukurannya
o Belum tentu sama sifatnya
Contoh : Ganggang Perang ( Phaeophyceae )
Ganggang Hara ( Charophyceae )
Lili-Lilian ( Liliaeceae )

Mitosis / Homoiotypic Division
Pembelahan inti sel secara tak langsung, terjadi pada sel-sel somatis yang menghasilkan 2 inti sel anak yang sifatnya persis sama dengan sifat inti sel induknya

Meiosis / Heterotypic Division
Pembelahan inti sel secara tak langsung, terjadi pada sel-sel alat kelamain yang menghasilkan 4 inti sel anak yang memiliki jumlah kromosom setengah jumlah kromosom induknya

2. Sebutkan 9 fase dari mitosis secara berurutan
a. Interfase
b. Profase awal
c. Profase akhir
d. Metafase awal
e. Metafase akhir
f. Anafase awal
g. Anafase akhir
h. Telofase awal
i. Telofase akhir

3. Jelaskan apa yang terjadi pada interfase; apa perbedaan antara profase awal dan profase akhir; serta apa perbedaan antara metafase awal dan metafase akhir

Interfase :
o Fase istirahat / persiapan
o inti belum meulai membelah
o kromosom belum nampak
o inti giat mengadakan metabolisme
o terbntuk butiran-butiran kecil  inti menjadi keruh

Profase awal :
o butiran kecil-kecil menjadi :
- benang-benang halus, pipih
- memanjang tak menentu  benang-benang kromatin
o benang-benang kromatin membelah  rangkap dua
o terjadi dehidrasi
o terbntuk pengendapan asam nukleat

Profase akhir :
o Benang-benang kromatin memendek dan menebal seperti batang  kromosom
o Masing-masing kromosom terdiri dari 2 belahan seperti spiral  2 kromatid
o Kromosom berada ditengah-tengah inti

Metafase awal :
o Membran nukleus lenyap
o Nukleus lenyap
o Kromosm berada ditengah-tengah sel dalam sitoplasma
o Dalam sitoplasma terbentuk 2 sentriol
o Dari sentriol keluar: benang plasma ( Fragmoplas ) terbentuk gelondong disebut fase gelondong inti

Metafase akhir :
o Gelondong inti makin jelas berbentuk lembaran
o Semua kromosom berada dibidang ekuator disebut fase papan inti atau papan metafase
o Sentromer tepat di ekuator
o Kromosom sangat jelas berbentuk seperti bintang
o Disebut fase bintang ( stadium aster )

4. Jelaskan apa perbedaan antara anafase awal dan anafase akhir serta perbedaan antara telofase awal dan telofase akhir
Anafase awal :
o Sentomer membelah
o Kromatid terpisah
o Masing-masing kromatid ditarik kekutub oleh benang-benang tarik
o Kutub dengan kutub dihubungkan oleh penyokong ( benang peluncur )
o Benang-benang tersusun dari suatu berkas halus yang disebut fibrilia
Anafase akhir :
o Kedua kromatid saling menjauihi bidang ekuator menuju kutub
o Ditengah-tengah inti ada 2 bentuk bintang yang disebut stadium diaster

5. Sebutkan 4 tahapan dari meiosis I; 3 tahapan dari meiosis II; serta 5 tahapan dari profase I

4 tahapan dari meiosis I : 1. Profase I
2. Metafase I
3. Anafase I
4 . Telofase I

3 tahapan dari meiosis II : 1. Metafase II
2. Anafase II
3. Tetrade

5 tahapan dari profase I : 1. Liptotene
2. Zygotene
3. Pachytene
4. Diplotene
5. Diakinesis

6. Apa yang dimaksud dengan :
a. Kromosom
Kromosom adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik dalam sel disimpan. Kata kromosom berasal dari kata khroma yang berarti warna dan soma yang berarti badan Kromosom terdiri atas dua bagian, yaitu sentromer / kinekthor yang merupakan pusat kromosom berbentuk bulat dan lengan kromosom yang mengandung kromonema & gen berjumlah dua buah (sepasang).

Kromosom adalah suatu struktur padat yang terdiri dari dua komponen molekul, yaitu protein dan DNA.Struktur padat kromosom hanya dapat terlihat dengan jelas pada tahap metafase saat pembelahan sel.

b. Benang-benang kromatin
benang-benang halus yang berwarna putih. Benang-benang tersebut merupakan kumpulan DNA yang berbentuk kromatin. Kromatin terdiri dari sejumlah molekul DNA yang beruntai ganda yang sangat panjang dan massa protein dasar yang agak kecil serta hampir sama besarnya yang dinamakan histon disamping protein non histon dalam jumlah yang lebih sedikit (sebagian diantaranya bersifat asam dan berukuran lebih besar daripada histon) dan sejumlah kecil RNA. Heliks DNA berantai ganda dalam setiap kromosom memiliki panjang yang besarnya ribuan kali diameter nukleus sel. Salah satu tujuan molekul ini, khususnya histon adalah untuk memadatkan DNA.



c. Kromatid
Kromatid adalah salah satu dari dua lengan hasil reolikasi (perbanyakan) kromosom.Kromatid melekat satu sama lain di bagaian sentromer.Istilah lain untuk kromatid adalah kromonema (jamak; kromonemata) yang merupakan filamen yang sangat tipis yang terlihat selama tahap profase (dan kadang-kadang pada tahap interfase).

d. Sinapsis
Sinapsis adalah titik temu antara terminal akson salah satu neuron dengan neuron lain. Sinapsis dibentuk oleh terminal akson yang membengkak. Di dalam sitoplasma sinapsis, terdapat vesikula sinapsis. Ketika impuls mencapai ujung neuron, vesikula akan bergerak, lalu melebur dengan membran pra-sinapsis dan melepaskan asetilkolin. Asetilkolin berdifusi melalui celah sinapsis, lalu menempel pada reseptor di membran post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya. Enzim asetilkolinesterase menguraikan asetilkolin yang tugasnya sudah selesai
Pada setiap bagian otak, terdapat jutaan neuron yang saling terhubung lewat sinapsis. Anak-anak memiliki sekitar 1016 sinapsis (10 quadrillion). Jumlah ini berkurang seiring bertambahnya usia. Orang dewasa memiliki 1015 sampai 5 × 1015 (1-5 quadrillion) sinapsis.

e. Geminus






7. Jelaskan apa yang terjadi pada pembelahan inti bebas dalam pembentukan sel induk kandung embryo !
o Inti sel membelah beberapa kali, tanpa diikuti pembelahan selnya tetapi sifat inti baru sama dengan sifat inti induknya
o Dalam satu sel terdapat beberapa inti ( coenocyt )
o Contoh :
a. Pada tumbuhan tingkat rendah : ciadophora sp.
Disekitar inti terdapat butir-butir perinoid
b. Pada tumbuhan tingkat tinggi, pembentukan saccus
Embryonalis pada bakal biji ( kandung lembaga ) spermatophyta
- Inti sel kandung lembaga ( 2n )  menjadi 4 intik anak ( n ) = 3 inti  berdegenerasi  mati
1 inti mitosis 2 inti mitosis 4 inti mitosis 8 inti
- Dalamsatu sel induk kandung lembaga ( 2n )  terdapat 8 inti bebas kandung lembaga primer ( n )

8. Jelaskan apa yang terjadi pada pembelahan sel bebas dalam pembentukan sel ascus
o Inti spora sel ascus membelah bebas 8 buah inti anak
o Salah satu ujung inti mengeluarkan benang plasma
o Benang plasma  memanjang  mengelilingi inti  ujung-ujungnya bertemu  terbentuk dinding inti
o Terbentuk 8 sel oscospora dalam suatu sel asccus
o Plasma sel asccus ( periplasma ) mengelilingi / merendam ke 8 ascospora

9. Apa yang dimaksud dengan :
a. Fragmentasi
Fragmentasi adalah alat perkembangbiakan pada tumbuhan ataupun hewan. Contoh hewan yang berkembang dengan cara itu adalah cacing pipih planaria. Dan tumbuhannya adalah oscilla sp

b. Defisiensi
Defisiensi adalah penghilangan satu atau lebih segmen gen pada kromosom. Penghilangan dapat terjadi pada segmen panjang lengan kromosom seperti yang dilaporkan pada tanaman gandum. Tergantung pada gen dan tingkat ploidi, defisiensi dapat menyebabkan kematian, separuh kematian, atau menurunkan viabilitas. Pada tanaman defisiensi yang ditimbulkan oleh perlakuan bahan mutagen (radiasi) sering ditunjukkan dengan munculnya mutasi klorofil. Kejadian mutasi klorofil biasanya dapat diamati pada stadia muda (seedling stag), yaitu dengan adanya perubahan warna pada daun tanaman.

c. Duplikasi
Duplikasi adalah mutasi kromosom di mana sebagian kromosom terduplikat sehingga ada materi genetik tambahan.
Contoh kelainan: Charcot-Marie-Tooth tipe 1A

d. Inversi
Inversi ialah mutasi yang mengalami perubahan letak gen-gen, karena selama meiosis kromosom terpilin dan terjadi kiasma

e. Translokasi,pada perubahan kariotipe secara struktural





10. Apa yang dimaksud dengan :
a. Mutagen : zat kimia ataupun keadaan fisik yang berinteraksi dengan DNA sehingga menyebabkan terjadinya suati mutasi
b. Mutasi : Terjadinya perubahan bentuk struktur. Ataupun jumlah kromosom karena adanya perubahan urutan bentuk srtuktur ataupun jumlahnya
c. Mutan : Tumbuhan-tumbuhan yang kromosomnya telah berubah bentuk struktur ataupun jumlahnya
d. Poliploidi : Gejala-gejala pada tumbuhan yang sel-selnya mempunyai jumlah kromosom berlebih dari biasa ataupun mempunyai lebih dari 2 set kromosom


11. Sebutkan 5 kelebihan dan 5 kekurangan / kelemahan dari tumbuhan poliploidi !
5 kelebihan tumbuhan poliploidi : - Ukurannya lebih dari yang normal
- Sel-selnya lebih besar
- Daun-daunnya lebih lebar
- Tumbuhannya lebih tinggi dan besar
- Hasil produksinya lebih tinggi
5 kelemahan tumbuhan poliploidi : - Umurnya lebih pendek
- Tumbuhannya lebih lemah
- Lebih mudah terserang hama dan penyakit
- Lebih tidak tahan terhadap faktor luar yang ekstrim, dingin, panas, kering.
- Fertilisasinya berkurang

12. Kapan dan dimana terjadi mitosis serta kapan dan dimana terjadi meiosis?
Mitosis : terjadi pada sel tubuh/Somatik


Meiosis :terjadi pada sel gamet (spermatogenesis, oogenesis)

Dasar Ilmu Tanaman-sel tumbuhan

1. Jelaskan apa yang saudara ketahui mengenai konsep sel!
• Sel merupakan unit dasar structural dan fungsional dari suatu organisme hidup.
• Sel merupakan struktur unit yang paling kecil dari suatu organisme, yang secara fungsional mampu tumbuh memperbanyak dari mulai bentuk awal berupa sel yang masih sangat sederhana sampai bentuk akhir yang lebih spesifik.
• Suatu organisme terbentuk dari sel-sel.
• Bentuk sel ada yang bulat, kubus, prisma, lurus memanjang, berbelok-belok, silindris dan bentuk lainnya.
• Ukuran sel umumnya 100-110 pm, dan ada juga yang beberapa cm.
• Bakteri dan protozoa terdiri dari suatu sel atu berupa sel tunggal yang disebut organisme uniselluler.
• Organisme uniselluler menyelenggarakan semua aktivitas hidupnya (absorpsi, nutrisi, repirasi, transpirasi, reoroduksi) oleh sel itu sendiri dan sel tersebut merupakan anggota dari suatu populasi yang bisa berkembang sendiri.
• Prganisme multiselluler yaitu, organisme yang terdiri dari banyak sel, berasal dari zigot yaitu sel telur atau ovum yang telah dibuahi okeh sel sperma, kemudian membelah diri, tumbuh dan berkembang menjadi embrio, se;anjutnya tumbuh dan berkembang menjadi organisme dewasa, yang terdiri dari banyak sel.

2. Protoplasma meruoakan bagian yang hidup dalam sel yang terdiri atas 2 bagian yakni organelle dan sitoplasma.
a. Apa yang dimaksud dengan organelle? Apa saja bagian-bagiannya? Sebutkan dan jelaskan!
b. Apa yang dimaksud dengan sitoplasma? Apa saja bagian-bagiannya? Sebutkan dan jelaskan!

3. Seperti kita ketahui bahwa plastida hanya dapat kita jumpai pada sel tumbuhan saja.
a. Apa saja penyusun plastida?
Tersusun dari :
o Membrane rangkap dua, bersifat semi permaebel.
o Stroma, tempat berlangsungnya siklus Calvin.
o Grana, tempat berlangsungnya reaksi terang.
o Lamelia-lamelia intergrana.

b. Sebutkan 6 jenis plastida berdasarkan fungsinya !
Jenis plastida berdasarkan fungsinya :
1. LEUKOPLAS : PLASTIDA MUDA
o Tidak memiliki pigmen, tidak berwarna, masih muda
o Dapat tumbuh memjadi plastida dewasa.
2. AMILOPLAS : PLASTIDA DEWASA
Funsi : Membentuk butir-butir amilum (tepung)
Contoh : Pada ubi kentang
3. KLOROPLAS : PLASTIDA DEWASA, BENTUK LENSA
o Fungsi : membentuk pigmen klorofil pada grana yang berperan dalam proses fotosintesis.
o Grana tersusun dari tumpukan kantung-kantung pipih yang disebut tilakoid (thylekoid)
o Merupakan unit dalam proses fotosintesis.
o Terdapat dalam sel-sel jaringan daun dan organ lainnya yang berwarna hijau.
4. KROMOPLAS
Mengandung pigmen karotenoid, berwarna kuning, merah.
5. ELAIOPLAS
Diduga pembentuk minyak (disekitar organel)
6. PROTEINOPLAS
Membentuk zat putih telur (Protein) : Aleuron

4. Apa yang dimaksud dengan benda ergas? Sebutkan ciri-ciri dari dari benda ergas ! Berikan contohnya!

5. Dinding sel tumbuhan umumnya relatif tebal karena tersusun dari lebih satu macam zat dan senantiasa mengalami penebalan. Penebalan berupa suberin, kutikula, zat lilin, silikat dan karbonat. Jelaskan keempat jenis penebalan itu sehingga jelas perbedaannya !
 SUBERIN (ZAT GABUS) DAN KUTIN
Penebalan pada dinding sel-sel jaringan pelindung.
- Sukar dilalui air
- Sel-selnya selalu mati.
 KUTIKULA
Penebalan sekunder atau tersier pada dinding sel epidermis daun tanaman xerofit.
- Untuk membatasi besarnya penguapan melalui daun
 ZAT LILIN
Penebalan sekunder atau tersier pada dinding sel epidermis daun tanaman tertentu.
- Agar tanaman tidak menerima air terlalu banyak melalui daunnya.
 SILIKAT DAN KARBONAT
Penebalan pada dinding sel epidermis daun tanaman tertentu.
- Organnya menjadi keras dan kaku.

6. Jelaskan perbedaan antara dinding sel tumbuhan dengan dinding sel hewan !
Dinding sel tumbuhan berupa :
• Dinding sel primer : selulosa, hemiselulosa, pectin.
• Dinding sel sekunder : selulosa, hemiselulosa, lignin.
• Membrane plasma terletak antara dinding sel dan isi sel.

Dinding sel hewan berupa :
• Membrane plasma / selaput plasma yang merupakan selaput yang paling luar.

7. vakuola dapat kita jumpai pada sel tumbuhan dan sel hewan. Apa perbedaan utama kedua jenis vakuola ini? Jelaskan !
 Pada Tumbuhan : Vakuola sentral, bersifat pemanen.
Diselimuti oleh membrane vakuola : Tonoplas
Pada sel muda : vakuola : satu, besar
Pada sel dewasa : vakuola : banyak, berukuran kecil-kecil
Vakuola berisi :
- O2, CO2, garam mineral, karbohidrat, asam amino
- Sisa-sisa metabolisme : Ca-Oksalat, alkaloid
- Pigmen antosianin : bunga.
 Pada hewan : bersifat sementara
- Tidak diselimuti membrane vakuola
- Kecil-kecil dan sedikit. Berupa vakuola makanan, vakuola vagosit, vakuola kontraktil.

8. Sel hidup senantiasa mengalami pembelahan. Sebitkan dan jelaskan 2 jenis organelle yang berperan dalam pembelahan sel !

Dasar Ilmu Tanaman- jaringan

1. Fungsi jaringan meristem yang utama adalah memperbanyak sel, artinya selnya selalu membelah-belah diri, tetapi dalam keadaan tertentu sel meristem dapat bersifat dorman. Jelaskan dengan disertai contohnya !







2. sebutkan dan jelaskan penggolongan jaringan meristem berdasarkan posisi/letaknya dalam organ tumbuhan ! disertai contoh-contohnya !

Berdasarkan letaknya jaringan meristem dibedakan menjadi tiga yaitu meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.
Meristem apikal adalah meristem yang terdapat pada ujung akar dan pada ujung batang. Meristem apikal selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang.Pertumbuhan memanjang akibat aktivitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer. Jaringan yang terbentuk dari meristem apikal disebut jaringan primer.
Meristem interkalar atau meristem antara adalah meristem yang terletak diantara jaringan meristem primer dan jaringan dewasa. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah batang rumput-rumputan (Graminae). Pertumbuhan sel meristem interkalar menyebabkan pemanjangan batang lebih cepat, sebelum tumbuhnya bunga.
Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan skunder. Pertumbuhan skunder adalah proses pertumbuhan yang menyebabkan bertambah besarnya akar dan batang tumbuhan. Meristem lateral disebut juga sebagai kambium. Kambium terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang dan membentuk jaringan skunder pada bidang yang sejajar dengan akar dan batang. Contoh :Kambium Pembuluh, Kambium Gabus
3. sebutkan dan jelaskan secara singkat penggolongan jaringan parenkim berdasarkan fungsinya !

Berdasarkan fungsinya jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain: - Parenkim asimilasi (klorenkim). - Parenkim penimbun. - Parenkim air - Parenkim penyimpan udara (aerenkim).
Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis.
Parenkim penimbun adalah sel parenkim ini dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma.
Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup didaerah kering (xerofit), tumbuhan epifit, dan tumbuhan sukulen.
Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antar sel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit.
4. Jelaskan perbedaan antara parenkim pengangkut dengan jaringan pengangkut !

Jaringan pengangkut atau berkas vaskuler merupakan jaringan yang berperan untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar sampai daun, serta mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh bagian tubuh tumbuhan. Berdasarkan fungsinya jaringan pengangkut pada tumbuhan terdiri dari xilem dan floem.

Dasar Ilmu Tanaman-tata nama

1. Di Indonesia sering muncul kekeliruan pemakaian istilah botani varietas yang diterapkan pada tanaman budidaya hasil rakitan pemulia tanaman yang seharusnya diberi istilah kultivar. Kekeliruan ini terjadi karena istilah kultivar (cultivated variety) memang belum begitu lama dikenal orang. Istilah ini sengaja dibuat untuk membedakan kategori penggolongan tanaman pertanian (yang dulunya juga disebut varietas) dari kategori takson botani yang hampir serupa tetapi sangat beberbeda pengertiannya.
Aturan penulisan :
• Penulisan nama ilmiah selalu ditulis dengan huruf biasa/ kecil kecuali huruf pertama nama genus yang diawali dengan huruf kapital.
• Pada suatu teks yang ditulis dengan huruf tegak, nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (huruf italik); dan sebaliknya; sedangkan pada suatu teks yang ditulis tangan, nama ilmiah diberi garis bawah yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies.
• Penulisan nama ilmiah tidak mengikuti tipografi teks yang menyertainya; artinya penulisan nama ilmiah selalu tetap sama.
• Pada suatu teks yang menyertakan nama umum/ trivial; nama ilmiah diletakkan di belakang nama umum/ trivial tersebut dan diberi tanda kurung. Contoh kedelai (Glycine max Merr.)
• Nama ilmiah selalu ditulis lengkap saat disebutkan pertama kali. Pada penyebutan selanjutnya nama genus dapat disingkat dengan mengambil huruf awal nama genus yang ditulis dengan huruf kapital dan diberi tanda titik.
• Penggunaan nama deskriptor boleh diberikan di belakang nama ilmiah;
a. Untuk hewan, nama deskriptor ditulis secara lengkap untuk hewan sedangkan untuk tumbuhan ditulis dengan singkatan.
b. Pada suatu teks yang ditulis dengan huruf tegak, nama deskriptor ditulis dengan huruf tegak; dan sebaliknya.
c. Pada suatu teks yang ditulis tangan, nama deskriptor tidak diberi garis bawah.
d. Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang berlaku sekarang, maka nama deskriptor ditulis dalam tanda kurung. Contoh Passer domesticus (Linnaeus, 1978) — semula dimasukkan dalam genus Fringilla.
• Penggunaan singkatan:
a. Jika nama spesies tidak dapat atau tidak perlu dijelaskan;
i. Untuk hewan (zoologi) digunakan singkatan "sp."
ii. Untuk tumbuhan (botani) "spec."
b. Jika nama spesies merupakan bentuk jamak, digunakan singkatan "spp." Contoh: Canis sp., berarti satu jenis dari genus Canis; sedangkan Adiantum spp., berarti jenis-jenis Adiantum.
c. Jika nama subspesies belum diidentifikasi; maka digunakan singkatan subspesies
i. Untuk hewan (zoologi) digunakan singkatan "ssp."; bentuk jamaknya "sspp."
ii. Untuk tumbuhan (botani) digunakan singkatan "subsp."; bentuk jamaknya "subspp."
d. Jika identifikasi nama belum pasti, maka digunakan singkatan "cf." (dari confer). Contoh: Corvus cf. splendens; berarti sejenis burung mirip dengan gagak (Corvus splendens) tapi belum dipastikan sama dengan spesies ini.
• Nama varietas; selalu diberikan di belakang nama ilmiah, dan menggunakan singkatan ”var.” di depan nama varietasnya.


2. Kentang cv. Atlantik











3. Mengapa perlu mempelajari dan memahami cara penulisan dan tata nama tumbuhan dan tanaman seuai ICBN/ICNCP?
Menurut pendapat kelompok kami, Peraturan Tata Nama Tumbuhan / Tanaman Budidaya Internasional (ICBN/ICNCP) diperlukan untuk mengklasifikasi jenis-jenis tanaman. Selain itu, peraturan internasional ini diperlukan sebagai bahasa ilmiah untuk mengenal suatu spesies. Lalu dapat juga mengenai :
• Keabsahan nama ilmiah tanaman yang diteliti sangat penting untuk memnunjang asal usul tanaman yang digunakan sebagai bahan penelitian, sehingga apabila diperlukan, maka tanaman sesuai dengan yang diinginkan dapat diperoleh secara benar.
• Suatu penelitian agronomi yang dilakukan dengan menggunakan subyek penelitian yang kurang jelas (missal cara penulisan nama ilmiah tidak benar) akan mengurangi bbot penelitian yang dihasilkannya, karena, bagian karya ilmiah yang menyangkut nama ilmiah tanaman tersebut adalah tidak sah. Keadaan ini juga akan meragukan para peneliti lainnya yang berminat mengacu, menelusuri mengulang kembali, atau melanjutkan penelitiannya dengan bahan tanaman atau subjek penelitian yang sama.


4. Mengapa bahasa Latin dipilih :
Bahasa latin dipilih karena pertama sudah menjadi tradisi secara universal dipergunakan sebagai bahasa ilmiah dan kedua bahasa Latin merupakan bahasa yang telah mati sehingga kemungkinan untuk berubah hampir tidak ada. Bentuk bahasa tetap dan tidak berubah ini menunjang suatu kesatuan arti yang berlaku secara universal, yang merupakan salah satu asas dasar tata tumbuhan.


5. Yang di pelajari dalam sistematika tumbuhan adalah :
• Identifikasi Tumbuhan : membanding-bandingkan jenis-jenis tumbuhan yang ada
• Tata Nama Tumbuhan : pemberian nama dengan deskripsi
• Klasifikasi Tumbuhan : pengelompokkan silsilah tumbuhan
6. Cara penamaan spesies
• Nama genus di awal dan penunjuk spesies mengikutinya
• Huruf depan genus menggunakan huruf besar (uppercase) dan penunjuk spesiesnya menggunakan huruf kecil (lowercase)
• Pada teks tegak di tulis miring (Italic) dan untuk tulisan tangan diberi garis bawah
Contoh : Oryza sativa


7. 24 takson tumbuhan berdasarkan ICBN :
Regnum, Subregnum, Divisio, Subdivisio, Classis, Subclassis, Ordo, Subordo, Familia, Subfamilia, Tribus, Subtribus, Genus, Subgenus, Sectio, Subsectio, Series, Subseries, Species, Subspecies, Varietas, Subvarietas, Forma, Subforma, Individuum.


8. Penulisan Varietas dan Kultivar berdasarkan ICBN
• Cara penulisan kultivar
Menurut Kode Internasional Tata Nama Tanaman Budidaya, nama kultivar sebaiknya terdiri dari satu atau dua kata, dan tidak boleh lebih dari tiga kata, oenulisannya didahului singkatan kv., atau ditempatkan diantara dua tanda kutip tunggal, dan disetiap awal kata tadi ditulis dengan huruf besar.

Nama kultivar harus berupa nama fantasi, jangan sama dengan nama ilmiah ataupun nama umum suatu genus atau species. Nama kultivar dapat dirangkainkan dengan nama umum ataupun nama ilmiah suatu genus, apecies atau varietas.
Misal :
1. Contoh penulisan nama kultivar yuang dirangkaikan dengan anam genusnya atau nama umum dari genusnya :
Adiantum kv. Sleeping Beauty, atau suplir kv. Sleeping Beauty dapat ditulis : Adiantum ‘Sleeping Beauty’ atau suplir ‘Sleeping Beauty’
2. Contoh penulisan nama kultivar yang dirangkaikan dengan nama spesiesnya atau nama umum dari spesies nya :
Oryza sativa kv. Bengawan, atau padi kv. Bengawan ; dapat ditulis Oryza sativa ‘Bengawan’ atau padi ‘Bengawan’
3. Contoh penulisan nama kultivar yang dirangkaikan dengan nama varietas nya atau nama umum dari varietasnya.
Brassica oleracea var. capitata kv. Roem van Enkhulzen atau kubis daun kv. Roem van Enkhulzen ; dapat ditulis Brassica oleracea var. capitata ‘Roem van Enkhulzen’ atau kubis daun ‘Roem van Enkhulzen’

• Cara penulisan varietas
Nama ilmiah spesies tumbuhan ditulis berdasarkan system binomial, yaitu gabungan nama genus dengan epithetin specifium nya (penunjuk spesies). Nama genus tersebut, berupa kata benda tunggal, dan wala katanya harus ditulis dengan huruf besar, sedangkan epitheton specifium nya dapat berupa : kata sifat yang cocok dengan nama genusnya, kata benda yang memberi keterangan tambahan, atau kata benda dalam kasus genitif, awal kata epitheton specifium harus ditulis dengan huruf kecil.
Disini jelas bahwa varietas merupakan salah satu kategori takson tumbuhan, dan penamaannya diatur oleh Kode Internasional Tata Nama Tumbuhan, oleh karena itu nama varietas harus ditulis dalam bahasa Latin.


9. Berbagai cara mensitir nama tumbuhan / tanaman berdasarkan ICBN :
a. Sitiran tunggal, misalnya : Oryza sativa L.
L. merupakan singkatan dari Carolus Linnaeus. Menunjukan bahwa Linnaeus adalah pengarang dan mempublikasikan tumbuhan tersebut.

b. Sitiran ganda dihubungkan dengan kata depan ex, misalnya Gossypium tomentosum Nutt. ex Seem.
Nutt singkatan dari Thomas Nuttal. Seem singkatan dari Berthold Carl Seeman. Menunjukkan bahwa pengarang yang namanya tercantum setelah kata depan ex, yaitu Seeman yang diterima sebagai pengarang dan pempublikasi dari tanaman tersebut, yang sebelumnya diberi nama oleh Nuttal namun dia tidak pernah mempublikasikannya. Maka boleh ditulis G. tumentosum Seem.

c. Sitiran ganda dihubungkan dengan kata depan in, misalnya Viburnum ternatum Rehd. in Sarg.
Rehd singkatan dari Alfred Rehd. Sard singkatan dari Charles Spargue Sargent. Menunjukkan bahwa pengarang sebelum kata depan in , yaitu Rehd yang diterima sebagai pengaran dan pempublikasi dari V. ternatum dalam suatu karya ilmiah yang diedit oleh Sargent. Maka boleh ditulis V. ternatum Rehd.

d. Sitiran ganda dihubungkan dengan kata depan non, misalnya Citrus nobilis Andr. non Lour.
Andr. singkatan dari Hendy C. Andrews. Lour singkatan dari Juan Loureiro. Menunjukkan bahwa C. nobilis dari takson yang diberi nama dan dipublikasikan oleh Andrews bukan oleh Loureiro dengan nama ilmiah yang sama. Maka kata depan non tidak boleh dihilangkan, harus ditulis secara lengkap.

e. Sitiran ganda dihubungkan dengan kata depan non dan nec, misalnya Bartlingia Brongn. non Reichb. nec Muell.
Brongn dinkatan dari Adolphe Theodore Brongniart. Reichb singkatan dari H.G.L Reinchenbach. Muell singkatan dari Ferdinand von Mueller.
Menunjukkan bahwa genus Bartlingia dari takson yang diberi nama dan dipublikasikan oleh Brongniart, bukan dari takson yang diberi nama dan dipublikasikan oleh Reinbach dan juga bukan oleh Mueller, dengan nama ilmiah yang sama. Maka kata depan non dan nec tidak boleh dihilangkan, harus lengkap.

f. Sitiran ganda memakai tanda kurung biasa, missal Althena rosea (L.) Cav.
L. Singkatan dari Carolus Linnaeus. Cav. Singkatan dari Antonio J. cavanilles. Menunjukkan bahwa pada tumbuhan tersebut telah terjadi pergeseran takson. Mulanya Linnaeus menempatkannya dalam genus Malva rosea L. Kemudia Cavanilles menempatkannya dalam genus Althena dan ternyata diterima, sehingga namanya menjadi Althena rosea (L.) Cav.

g. Sitiran ganda memakai tanda kurung persegi, missal Lupinus [Tourn.] L.
Tourn. Singkatan dari Joseph P de Tournefort. L. singkatan dari Carolus Linnaeus. Menujukkan bahwa pengarang tumbuhan yang namanya didalam, yaitu Tournefort yang pertama kali memberi nama dan mempublikasikan Lupinus, namun dia termasuk prestarting point author yaitu pengarang yang muncul sebelum system binomial berlaku. Dalam hal ini, Linnaeus itu hanya mensitir saja dari arsip yang ada, jadi harus ditulis lengkap. Lupinus [Tourn.] L.

Dasar Ilmu Tanaman-biji

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan : Spermatophyta, Sporophyta, Flowering plants, Flowerless plants, Embryophyta, Thallophyta, Higher plants, Lower plants.
2. Organ apa saja dari tumbuhan tingkat tinggi yang termasuk ke dalam : a). organa principalia ; b). organa reproduktiva, berikut penjelasannya !
3. Sebutkan 5 contoh tumbuhan (nama latin dan Indonesia) yang termasuk subdivision Gymnospermae !
4. Jelaskan 10 perbedaan antara subdivisio Gymnospermae dengan subdivisio Angiospermae !
5. jelaskan 6 perbedaan abtara classis Monocotyledoneae dengan classis Dicotyledoneae !
6. sebutkan 4 contoh (nama latin dan Indonesia) tanaman pangan, tanaman perkebunan, tanaman hias, tanaman industri, tanaman obat-obatan, tanaman buah-buahan yang termasuk classis Monocotyledoneae dan classis Dicotyledoneae !

Jawaban !

1. - Spermatophyta :

- Sporophyta :

- Flowering plants :

- Embryophyta :

- Thallophyta :

- Higher plants :

- Lower plants :

2.







3. Contoh tumbuhan Gymnospermae :
• Cycas rhumpii (Pakis Haji). Familia : Cycada ceae
• Pinus merkusii (Tusam, Pinus). Familia : Pinaceae
• Agathis alba (Damar). Familia : Araucariaceae
• Thuja sinensis (Cemara). Familia : Cupressaceae
• Podocarpus macrophylla (Kismis). Familia : Podocarpaceae
• Gnetum gnemon (Tangkil, Melinjo). Familia : Gnetaceae

4. Ciri-ciri subdivision Gymnospermae
o Berupa pohon perdu : - Perenial (per-enna)
- Tidak berupa herba
o Cara tumbuh : tegak
o System perakaran : tunggang
o Mempunyai pertumbuhan sekunder
o Pembuangan : - uniseksualis  tumbuhan :
- monoecus
- dioecus
o Menghasikan : biji telanjang / terbuka
- ovulum tidak terbungkus dalam carpellum
- ovulum pada carpellum yang terbuka
o Penyerbuka (pollinasi) : anemofili
o Organ reproduktif : - calyx  tidak menarik, rudimenter
- corolla  tidak menarik, rudimenter
o Selama pollinasi
- serbuk pollen langsung menempel dan diam pada mikropyl
o Endosperm : haploid (n)  terbentuk sebelum pollinasi
o Phloem tidak mempunyai sel pengiring
o Xylem tidak mempunyai trakheid
o Hampir tidak dapat diperbanyak secara vegetatif
o Terdiri atas 3 classis :
1. Classis Cycadopsida
2. Classis Coniferopsida
3. Classis Gnetopsida

Ciri-ciri subdivision Angiospermae
 Berupa semak, perdu, pohon  annual, biennial, perennial, herbaceous, lignosus
 Cara tumbuh : tegak, merambat, memanjat
 System perakaran : tunggang : dicotyledoneae
Serabut : monocotyledoneae
 Pembuangan : unisexualis dan bisexualis  tumb. Monoecus, dioecus
 Menghasilkan : biji tertutup
Ovulum terbungkus oleh carpellum dalam ovarium
 Penyerbukan (pollinasi): Anemofili, Entomofili, Hidrofili, Zoofili
 Organ reproduktif : - calyx  menarik
- corolla  menarik
 Selama pollinasi
Serbuk pollen jatuh pada stigma membentuk tabung pollen yang menelusuri selubung stylus menuju ovulum dalam ovarium.
 Endosperm : triploid (3n)  terbentuk setelah fertilisasi
 Phloem mempunyai sel pegiring
 Xylem mempunyai tracheid
 Mudah diperbanyak secara vegetatif
 Terdiri atas 2 classis :
1. Classis Monocotyledoneae
2. Classis Dicotyledoneae

5. Ciri-ciri classis monocotyledoneae
a. Peruratan daun :
 Mengumpul (Confluentibus)
 Sejajar (Rectinervis)
 Parallel (Paralellinervis)
 Melengkung (Curvinervis)

b. Diagram/angka bunga : kelipatan 3
Calyx terdiri atas : 3,6,9….sepala
Corolla terdiri atas : 3,6,9….petala
Androecium terdiri atas : 3,6,9….stamina
Gynoecium terdiri atas : 3,6,9….carpella
c. Sistem perakaran : serabut, berupa radix adventicia (radix primaria tidak tumbuh terus lalu mati)
d. Ikatan berkas pembuluh batang letaknya tersebar, tidak beraturan.
e. Batang dan akar tidak mempunyai cambium, sehingga tidak ada pertumbuhan lingkar sekunder
- umumnya berupa tumbuhan herbaceous
- ada juga yang berupa tumbuhan lignosus
f. Bunga bersifat : uniseksual, biseksualis
Bunga berupa
- flos simplex : bunga tunggal
- flos compositus : bunga majemuk (inflorescentia)

Ciri-ciri classis Dicotyledoneae
a. Peruratan daun :
 Menyebar (divergentibus)
 Menyirip (penni-nervis)
 Menjari (palmi-nervis)
b. Diagram/angka bunga : kelipatan 3
Calyx terdiri atas : 4,5,8,10….sepala
Corolla terdiri atas : 4,5,8,10….petala
Androecium terdiri atas : 4,5,8,10….stamina
Gynoecium terdiri atas : 4,5,8,10….carpella
c. Sistem perakaran : tunggang, berupa radix primaria (akar utama), radix lateralis (akar latera), fibrillum (akar bulu), pillus radicalis (bulu akar)
d. Letak ikatan pembuluh batang teratur.
- tersusun dalam satu lingkaran yang teratur
- batang terdiferensiasi atas : cortex dan stele
e. Batang dan akar mempunyai kambium, sehingga ada pertumbuhan lingkar sekunder
f. Biji/embrio mempunyai dua kotiledon
- umumnya berupa tumbuhan lignosus : semak, perdu, pohon
- tetapi ada juga yang berupa herbaceous
Bunga bersifat : uniseksualis, biseksualis
Bunga berupa
- flos simplex : bunga tunggal
- flos compositus : bunga majemuk (inflorescentia)

Dasar Ilmu Tanaman- bunga dan buah

1. Sebutkan dan jelaskan penggolongan bunga berdasarkan bagian-bagiannya dan berikan masing-masing satu contoh tanamannya!
a. Flos completus (bunga lengkap)
bunga yang memiliki seluruh bagian-bagian bunga yaitu calyx, corolla, andrecium, gynoecium, receptaculum dan pedunculus.
b. Flos incompletus (bunga tidak lengkap)
Bunga yang tidak memiliki salah satu atau lebih dari bagian bunga.
Flos incompletus terdiri dari:
► flos nudus (bunga telanjang):
bunga yang tidak memiliki perianthium
misal: bunga Pinus merkusii
► flos unsexualis (bunga berjenis kelamin satu) terdiri dari:
- flos masculus (bunga jantan ♂)→bila dalam satu bunga terdapat stamen saja
misal: bunga jantan Zea mays.
- flos femineus (bunga betina ♀)→bila dalam satu bunga hanya terdapat pistilum saja, misal: bunga betina Zea mays (tongkol).
► flos bisexuais (flos hermaphroditus/bunga banci/bunga berjenis kelamin dua♀♂)→bunga yang memiliki stamen dan pistilum.
Misal:bunga Solamun melongena
► Flos sterilius (flos asexualis/bunga mandul) bunga yang tidak memiliki stamen dan pistilum.
Misal:bagian pinggir dari karangan bunga Helianthus annus (bunga matahari).

2. Sebutkan dan jelaskan 5 macam tipe bunga yang termasuk bunga majemuk (flos compositus)!
Flos compositus memiliki bentuk dan susunan yang bermacam-macam antara lain:
1. Racemus (botrys = tandan): anak bunganya bertangkai dan duduk pada tangkai bersama (pedunculus cummunis) Misalnya : kembang merak ( Caesalpinia pulcherrima).
2. Spica (Bulir) : seperti Raccemus tetapi tiap anak bunga (Flosculus) tidak bertangkai. Misal : Jarong (Stachytarpheta jamaisensis)
3. Amentum (untai) seperti spicca tetapi pedunculus communis hanya mendunkung bunga unisexualis saja. Bunga jantan akan terus luruh dan bunga betina menjadi buah. Misalnya sirih (Piper betle)
4. Spadix (tongkol) seperti spicca tetapi memiliki pedunculus communis yang besar, tebal, dan sering lunak berdaging. Misalnya bunga betina jagung (Zea mays)
5. Umbella (bunga payung) : pedunculus communis mengeluarkan cabang-cabang yanga sama panjangnya dari ujung-ujungnya misalnya daun kaki kuda (Centella asiatica)

3. Penyerbukan (pollinasi) dapat terjadi dengan beberapa cara. Jelaskan cara-cara tersebut!
Penyerbukan (pollinasi) dapat terjadi dengan beberapa cara,
antara lain :
1. Anemofili : penyerbukan dengan perantara angin.
2. Hidrofili : penyerbukan dengan perantara air. Cara ini hanya terdapat pada tanaman air (hidrofit).
3. Zoidiofili : penyerbukan dengan perantara binatang.
Berdasarkan binatangnya Zoidiofili dibedakan :
 Entomofili : penyerbukan dengan perantara serangga.
 Ornitofili : penyerbukan dengan perantara burung, misalnya burung kutilang (Picnonotus aurigaster), burng-burung penghisap madu dari golongan Nectarinidas dan Melphagidae
 Kiropterofili : penyerbukan denga perantara kelelawar.
 Malakofili : penyerbukan dengan perantara siput.

4. Apa yang dimaksud dengan penyerbukan silang? Sebutkan dan jelaskan dua macam penyebab terjadinya penyerbukan silang!
penyerbukan yang terjadi antara tepung sari dari bunga suatu tanaman dan putik dari bunga tanaman lain. Bila serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang masih satu spesies.
1. Plantadioecus (tanaman berumah dua): bunga jantan dan bunga betina terletak pada dua tanaman yang berlainan.
2. Dichogami : pada suatu bunga anthera dan pistilum waktu masaknya tidak bersamaan, tetapi masih ada kemungkinan penyerbukan tetangga (geitonogami). Dichogami dibedakan dalam dua macam :
 protandri (proterandi) bila pada suatu bunga yang masak lebih dahulu antheranya dan kemudian pistilumnya.
 Protogini (proterogini) : bila pada suatu bunga yang masak lebih dulu pistilumnya dan kemudian anteranya.
3. Herkogami : bila pada suatu bunga sempurna (bisexualis) letak anthera dan pistilumnya berjauhan satu sama lain, sehingga tidak memungkinkan terjadi penyerbukan sendiri. Umumnya terdapat pada pada tanaman Papilionaceae dan Orchidaceae.
4. Heterostili : merupakan variasi dan herkogami dimana beberapa tanaman yang satu spesies memiliki bunga-bunga dengan stamen dan stylus yang sangat berbeda panjangnya, sehingga tidak memungkinkan terjadinya penyerbukan sendiri.

5. Jelaskan bagaimana terjadinya penyebaran biji atau penyebaran keturunan (propagasi) disertai contoh-contohnya!
Pada bunga berlangsung proses :

1. Penyerbukan (pollinasi)
Buah dan biji
2. Pembuahan (fertilisasi)

Alat Penyebaran Keturunan
(alat propagasi)


6. Apa yang dimaksud dengan buah sejati (fructus nudus) dan buah semu (fructus spurius)? Berikan masing-masing dua buah contohnya.
► Fructus Nudus (buah sejati/telanjang)
Buah yang semata-mata atau sebagian besar terjadi /terbentuk dari ovarium
► Fructus Spurius/inclusus/anthocarpus (buah semu/tertutup)
Buah yang terjadi/terbentuk selain dari ovarium, juga dari bagian-bagian lain dari bunga.

7. Apa yang dimaksud dengan buah pomum? Berikan dua macam contoh yang termasuk buah pomum ini!
Pomum (buah apel)
Buah yang :
- epicarpiumnya/exocarpiumnya tipis agak mengulit, berwarna : kuning, jingga, merah jambu/cerah.
- Mesocarpiumnya mendaging (sarcocarpium) dapat dimakan. % cairan tergantung pada jenis buahnya.
- Endocarpiumnya mengulit/mengeras membentuk rumah-rumah/ ruang-ruang
di dalamnya terdapat biji.
Contoh :
Apel (Pyrus malus)
Peer (Pyrus communis)

8. Apa yang dimaksud dengan buah hesperidium? Berikan dua macam contoh yang termasuk buah hesperidium ini!
Hesperidium (buah jeruk)
Buah yang :
- Exocarpiumnya tipis, kaku, berwarna hijau, kuning, merah, jingga, mengandung alat sekresi yang berbau khas jeruk à flavedo
- Mesocarpiumnya tebal tidak berbau, tidak berasa, bersifat menyerap cairan, berupa sponsa berwarna putih seperti kapas à Albedo
- Endocarpiumnya bersekat-sekat dalam tiap ruang ada gelembung-gelembung (alveoli) berisikan cairan manis dan larutan asam ascorbic à emergensia.
Contoh Jeruk (Citrus spp) dan lemon (Limonia acidissima auct.non L.)